Nama Kelompok : Cendana Group
Instruktur : Dedek Okta Andi
Program outline
Jenis : Adventure camp
Tema : “Team Building”
Sasaran yang ingin dicapai :
1.Integritas
2.Profesionalisme
3.Teamwork
4.Inovasi
5.Leadership
Materi : Permainan simulasi dinamika kelompok diluar ruang dengan metode games, group dynamic dan outdoor activity
Durasi : 1 hari
Media Belajar : Permainan simulasi dinamika kelompok dengan menggunakan media petualangan di alam bebas dengan pendekatan metode belajar yang disebut “adventure learning”
Klien : KPP Rengat
Jumlah peserta : s/d 58 orang
Staff : s/d 9 orang
Tanggal : 17 Oktober 2009
Lokasi : Danau Raja - Rengat
BRIEF GAMES
1. Ice Breaking Big Group
Pada kegiatan ini para peserta dikumpulkan dalam kelompok besar oleh Cak Busral yang merupakan lead instruktur adventure camp. Mereka disuruh membuat lingkaran yang tergabung dari individu-individu beserta tujuh orang instruktur. Kemudian Cak Busral mengambil alih dan beliau meng-handle jalannya kegiatan.
Disaat kegiatan akan dimulai, tampaklah kekakuan para peserta (terlihat dari susunan baris berupa lingkaran yang semerautan) dan ketidak semangatan mereka untuk mengikuti acara. Tapi kemudian Cak Busral mencoba mencairkan suasana tersebut dengan memberikan permainan hallo apa kabar, mana hentakanmu, mana tepukanmu, dan mana iyelmu. Disinilah kekakuan dan ketidak semangatan mereka tersebut menjadi wajah yang ceria dan dan tampak keoptimisan mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan selanjutnya.
Setelah Cak Busral memberikan Permainan, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari pimpinan KPP Rengat kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipandu oleh salah satu peserta yaitu Mas Argo. Doa berjalan hikmad karena isinya sesuai dengan tujuan dan sasaran kegiatan kita. Dilanjutkan dengan beberapa permainan lagi yaitu kata said, tangkap babi, ramalan hujan, dan tam-tam uli-uli. Akhirnya mereka dipisahkan dengan membentuk kelompok kecil dan diserahkan kepada tiap instruktur yang telah ditunjuk.
Dedek Okta Andi ditunjuk sebagai instruktur yang meng-handle kelompok Charly yang terdiri dari 11 orang peserta.
2. Ice Breaking Small Group
Kegiatan ini merupakan awal pertemuan mereka yang menjadi kelompok kecil. Disini instruktur bertindak sebagai fasilitator agar mereka bisa mengungkap salah satu indikator dari tujuan dan sasaran dari “adventure camp” ini.
a. Toss a name
Pada saat akan dimulai, terlihat bahwa mereka sudah saling kenal antara satu dengan yang lain karena mereka saling menyapa, walaupun sudah kenal diwajah mereka masih terlihat kekakuan. Ketika diberikan bola dengan menyebutkan nama mereka, mereka mengikutinya dengan lancar walaupun ada beberapa orang yang tidak mengikuti instruksi. Tapi semuanya menjadi cair saat membubuhi nama seekor binatang diakhir nama mereka. Terlihat keceriaan mereka dari ekspresi wajah (senyum dan tertawa) dan gerakan tubuh (saling memegang dan ada yang berdiri).
b. Ground Rules
Disini diminta kesediaan mereka untuk berkomitmen dengan membuat peraturan-peraturan yang akan mereka taati selama kegiatan. Dengan instruksi dari instrukstur, mereka membentuk struktural dengan menunjuk pemimpin. Dan terpilihlah saudara Ebit. Kemudian mereka mengusulkan peraturan tersebut. Adapun peraturan yang mereka ajukan adalah:
1. Tidak membuang sampah sembarangan
2. Tidak merokok ketika permainan sedang berlangsung
3. Tidak Boleh berbicara kotor
4. Ontime pada setiap kegiatan
5. Tidak saling menyalahkan
6. Tidak mengedepankan sikap Egois
Peraturan ini dibuat oleh instruktur pada selembar kertas dan kemudian membubuhi nama mereka disertai tanda tangan. Ini dilakukan untuk melihat komitmen, teamwork dan integritas mereka sebagai satu team.
c. Asoko games
Sangat menyenangkan. Terlihat dari ekspresi wajah mereka yang selalu tersenyum dan tertawa serta dengan konsentrasi penuh. Setelah asoko dilakukan terpilihlah 3 pahlawan dari peserta untuk menjadi wakil kelompok pada asoko competition yaitu Mas Ebith, Mas Dhani dan Mas Ridwan.
3. Choco River
Pada permainan ini, komunikasi yang tidak efektif tampak pada para peserta, mereka tidak menganggap bahwa pada team mereka ada seorang pemimpin. Semua terlihat memberikan perintah dan mengedepankan sikap egois. Akibatnya, banyak balok yang hanyut dan tidak terselamatkan. Tampak diwajah mereka rasa kecewa atas kehilangan balok tersebut. Baloknya hanya tinggal beberapa saja. Sehingga memakan waktu yang lama yaitu ± 6 menit. Dan mereka menyerah untuk kali pertama. Instruktur kemudian menunda sejenak dengan mengumpulkan mereka untuk me-review apa yang sudah mereka lakukan. Setelah review dilakukan terlihat ada peningkatan, dengan perlahan mereka mencoba menyeberangi sungai tersebut dengan sebaiknya. Menjalin komunikasi yang baik walaupun ada beberapa orang tetap dengan egoisnya untuk memberi perintah tetapi mereka telah menghargai kedudukan seorang pemimpin. Dengan hati-hati mereka menyelesaikan permainan tersebut dengan sungguh-sungguh. Walaupun selesai dengan waktu yang tidak diharapkan tetapi mereka tetap mendapatkan point yang cukup.
4. Stick Transfer
Perubahan yang cukup signifikan, setelah instruksi diberikan mereka mencoba menjalin komunikasi dengan baik, mereka meminta waktu untuk melakukan briefing terlebih dahulu dan mengatur strategi untuk melakukan permainan ini. Mereka saling bahu-membahu, walaupun strategi yang dipergunakan salah tetapi sikap dewasa mereka begitu terlihat. Waktu berlalu dengan singkat karena teamwork yang efektif. (mission complete).
5. Reef Knots
Tetap dengan keadaan yang konsisten, sebelum memulai mereka meminta waktu beberapa menit untuk briefing dan menyusun strategi. Lalu ditunjuklah seorang pemimpin dalam memimpin permainan ini. Kemudian dengan perintah pemimpin, peserta lain mengikutinya dengan seksama. Komunikasi yang cukup ideal. Kedominan setiap peserta bisa mereka minimalisir. Fokus pada perintah pemimpin menunjukkan keberhasilan mereka. Terbukti bahwa waktu yang dipergunakan untuk kegiatan ini cukup singkat.
6. Citting the Picture
Pada permainan ini kekompakkan team mulai menurun, terbukti masih mengedepankan sikap egois. Komunikasi tidak berjalan efektif. Karena penyampai informasi hanya diberdayakan satu orang saja (Mas Dhani). Yang lain tidak dianggap. Karena hanya satu orang saja yang diberdayakan, penyampai informasi selalu berbalik kebelakang untuk menanyakan kembali bentuk dan warna pada gambar. Beberapa saat kemudian instruktur memberi clue untuk mereka bahwa manfaatkan semua penyampai informasi. Kemudian barulah terjadi perubahan. Walaupun membutuhkan waktu yang lama, tetapi tetap mencapai target.
7. Kartun Kelompok
Pada kegiatan ini mereka berkumpul dengan sangat gembira, berdiskusi menjadi bahan mereka. Disini mereka harus memilih permainan yang sesuai dengan kategori. Ditunjuklah Mas Dhani sebagai penggambar dan yang lainnya membuat garis. Kemudian mereka siap untuk mempresentasikan hasil gambar mereka.
8. Closing
Peserta disatukan dalam kelompok besar kemudian Cak Busral mengambil alih dengan memberikan kesempatan pada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil gambar kartun yang telah mereka buat. Cendana group menjadi presenter pertama kaarena mereka yakin bahwa mereka siap, dengan iyel-iyel ala Mbah Surip meskipun agak sedikit garing, tetapi mereka tetap percaya diri dan semangat. Selanjutnya diikuti oleh kelompok peserta yang lain.
Diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Cak Busral. Kemudian diselingi dengan saling memijat satu sama lain. Dan game kecil-kecilan. Dilanjutkan dengan foto bersama. Terlihat diwajah mereka keriangan dan kebahagiaan.
0 komentar:
Posting Komentar